Persahabatan butuh waktu lebih lama dari yang kamu kira
Pertemanan orang dewasa jarang terbentuk dalam satu malam. Sebuah studi oleh Jeffrey Hall di University of Kansas memperkirakan bahwa dibutuhkan sekitar 50 jam bersama untuk berubah dari kenalan menjadi teman biasa, sekitar 90 jam untuk menjadi teman, dan lebih dari 200 jam untuk menjadi sahabat dekat (University of Kansas, 2018).
Itu angka rata-rata dari satu penelitian, bukan aturan, tetapi intinya berguna. Kalau kamu baru bertemu seseorang beberapa kali, bukan berarti pertemanannya gagal. Jamnya saja yang belum cukup. Kesabaran adalah bagian dari prosesnya.
Mengapa terasa lebih sulit di luar negeri
Di kampung halaman, banyak pertemanan datang hampir dengan sendirinya: sekolah, kampus, lingkungan rumah, teman dari teman. Di luar negeri, struktur itu tidak ada. Orang-orang di sekitarmu mungkin sudah punya kehidupan sosial yang penuh dan keluarga di dekatnya, jadi mereka tidak sedang mencari teman baru seperti kamu.
Tambahkan bahasa kedua, aturan sosial yang asing, dan mungkin jam kerja yang panjang, tidak heran kalau butuh waktu. Menyadari hal itu membantu. Ini bukan soal pribadi, dan bukan tanda bahwa orang-orang di sini tidak menyukaimu. Panduan kami tentang berkencan setelah pindah ke luar negeri membahas lebih jauh soal kesepian di bulan-bulan pertama.
Jadilah orang yang mengajak
Kebiasaan yang paling bisa diandalkan itu sederhana: ajak orang, dan terus ajak mereka. Pendatang sering menunggu diajak, sementara orang yang sudah mapan mengira pendatang itu sibuk. Seseorang harus memutus lingkaran itu, dan biasanya lebih mudah kalau orang itu kamu.
Buat ajakanmu spesifik dan santai: jalan-jalan, ngopi, ke pasar, nonton film, malam permainan. Rencana kecil lebih mudah diiyakan daripada rencana besar. Kalau seseorang menolak, ajak lagi di lain waktu dengan ide yang berbeda. Dua atau tiga penolakan tanpa usulan balik barulah saatnya merelakan, bukan satu kali.
Ubah pertemuan sekali jalan menjadi rutinitas
Karena persahabatan dibangun dari jam-jam yang dihabiskan bersama, rutinitas mengerjakan banyak hal. Kelas mingguan, main futsal rutin, komunitas lari hari Minggu, atau makan malam bulanan berarti kamu bertemu orang yang sama tanpa ada yang perlu repot mengatur apa pun.
Kamu juga bisa menciptakan rutinitas. Bilang “gimana kalau kita bikin ini jadi rutin?” setelah malam yang menyenangkan adalah cara sederhana untuk memulainya. Panduan kami tentang bertemu orang setelah pindah ke luar negeri mencantumkan tempat-tempat yang biasanya sudah punya kontak rutin seperti ini.
Pelajari aturan pertemanan setempat
Pertemanan berjalan berbeda di tempat yang berbeda. Di beberapa budaya, orang cepat mengundang kenalan baru ke rumah; di budaya lain, bisa butuh berbulan-bulan sebelum kamu melihat rumah seseorang. Di beberapa tempat, teman saling mengirim pesan setiap hari; di tempat lain, berminggu-minggu tanpa kabar itu biasa dan tidak berarti apa-apa bagi pertemanannya.
Amati, bertanyalah, dan jangan terlalu cepat menilai. Rekan kerja yang tampak menjaga jarak mungkin sedang mengikuti aturan yang belum kamu pelajari. Bertanya kepada teman lokal atau pendatang lain tentang bagaimana biasanya hal-hal berjalan bisa mencegah banyak salah paham.
Gelembung ekspat, dan cara keluar darinya
Ekspat dan pendatang lain sering kali orang yang paling mudah dijadikan teman: mereka juga sedang mencari teman, dan mereka memahami apa yang sedang kamu alami. Pertemanan itu bisa menjadi salah satu yang terkuat yang pernah kamu miliki.
Tetapi ada risikonya juga: orang pindah lagi, dan lingkaran ekspat bisa cepat berubah. Ada baiknya juga punya teman yang berakar di tempat tinggalmu, orang yang masih akan ada di sana lima tahun lagi dan bisa menunjukkan tempat itu dari dalam. Campuran keduanya memberimu yang terbaik dari dua dunia.
Jangan biarkan pertemanan lama memudar
Pertemanan baru butuh waktu, dan sementara itu, orang-orang yang sudah mengenalmu sangat berarti. Tetap berhubungan dengan teman-teman di kampung halaman, meski singkat. Pesan suara atau telepon singkat mengingatkanmu bahwa ada tempat di mana kamu dikenal, dan itu membuat kerja pelan membangun lingkaran baru jauh lebih mudah.
Pertemanan jarak jauh berubah, dan itu wajar. Yang bertahan biasanya hidup dari kontak kecil yang rutin, bukan dari obrolan panjang yang jarang.
Kebiasaan kecil yang lama-lama berarti
- Ingat detail yang diceritakan orang dan tanyakan lagi di pertemuan berikutnya.
- Iyakan ajakan, bahkan saat kamu lelah, setidaknya di bulan-bulan pertama.
- Jadi tuan rumah untuk hal kecil: minum teh, hidangan dari kampung halaman, malam nonton film.
- Perkenalkan orang satu sama lain; menjadi penghubung membuatmu jadi bagian dari sebuah lingkaran.
- Tindak lanjuti obrolan yang menyenangkan dalam beberapa hari.
- Bersabarlah pada dirimu sendiri di minggu-minggu ketika tampaknya tidak ada yang terjadi.
Di mana posisi ImmigrantsDating
ImmigrantsDating adalah aplikasi kencan, dibuat untuk orang-orang yang sudah pindah dan siapa pun yang berkencan lintas budaya. Kalau yang kamu cari adalah teman, bukan pasangan, kebiasaan di atas akan lebih bermanfaat bagimu daripada kami, dan kami lebih suka mengatakannya dengan jujur.
Kalau kamu juga siap berkencan, seorang manusia memeriksa setiap profil sebelum ada yang melihatnya, dan kamu dicocokkan lebih dulu berdasarkan kesamaan, seperti bahasa dan asal. Saat kamu siap, buat profil atau dapatkan kabar saat peluncuran.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan teman setelah pindah ke luar negeri?
Biasanya lebih lama dari yang diperkirakan. Penelitian dari University of Kansas menunjukkan bahwa dibutuhkan banyak jam bersama untuk menjadi teman, jadi kegiatan rutin dan ajakan yang berulang paling membantu.
Apakah sebaiknya aku hanya berteman dengan sesama ekspat?
Sesama ekspat sering kali paling mudah dijadikan teman karena mereka memahami situasimu. Teman yang berakar di tempat tinggalmu menambah stabilitas, karena lingkaran ekspat berubah saat orang pindah lagi. Campuran keduanya berhasil dengan baik.
